{"id":2645,"date":"2024-10-23T20:22:30","date_gmt":"2024-10-23T20:22:30","guid":{"rendered":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/?p=2645"},"modified":"2024-10-23T20:22:32","modified_gmt":"2024-10-23T20:22:32","slug":"proyek-pembangunan-kanal-banjir-tanggidaa-dugaan-korupsi-dan-penunjukan-kontraktor-baru-tanpa-prosedur-jelas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2024\/10\/23\/proyek-pembangunan-kanal-banjir-tanggidaa-dugaan-korupsi-dan-penunjukan-kontraktor-baru-tanpa-prosedur-jelas\/","title":{"rendered":"Proyek Pembangunan Kanal Banjir Tanggidaa: Dugaan Korupsi dan Penunjukan Kontraktor Baru Tanpa Prosedur Jelas"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>SIKLUS-INDONESIA.ID, GORONTALO &#8211;<\/strong> Proyek pembangunan Kanal Banjir Tanggidaa, yang menggunakan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kini tengah menjadi sorotan akibat dugaan kasus korupsi.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan hasil audit awal, proyek ini diduga telah merugikan negara dalam jumlah yang signifikan. Dan saat ini, Kejaksaan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, proyek tetap dilanjutkan dengan penunjukan kontraktor baru. Namun, penunjukan tersebut dilakukan tanpa melalui prosedur yang transparan. Sehingga, memicu banyak pertanyaan dari berbagai kalangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak pihak meragukan legalitas proses ini, terutama karena proyek tersebut masih berada dalam ranah hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>Di lapangan, muncul pula masalah terkait penerapan standar keselamatan kerja (K3). Sejumlah pekerja ditemukan tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai, sementara beberapa area proyek yang menggunakan alat berat tidak dilengkapi dengan safety line. <\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi ini diperburuk dengan kurangnya pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi, yang terletak di pusat kota, meski proyek tersebut berpotensi mengganggu keamanan dan kelancaran lalu lintas.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, analisis mengenai dampak lalu lintas (ANDALALIN) yang seharusnya menjadi syarat penting dalam proyek ini, tidak terlihat dilaksanakan. <\/p>\n\n\n\n<p>Padahal, ANDALALIN diperlukan untuk mengukur dampak proyek terhadap lalu lintas di lokasi yang ramai dan strategis ini. Tanpa adanya evaluasi tersebut, proyek dikhawatirkan memperparah kemacetan dan membahayakan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menanggapi situasi ini, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gorontalo, Harun Alulu, melontarkan kritik tajam terhadap pengelolaan proyek tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kami sangat menyayangkan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek yang seharusnya berfokus pada pemulihan ekonomi. Dana PEN seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk menguntungkan segelintir orang,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Harun juga mempertanyakan proses penunjukan kontraktor baru yang dinilai tidak transparan. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Pengangkatan kontraktor tanpa prosedur yang jelas sangat tidak bisa diterima. Ini hanya memperpanjang masalah yang sudah ada,&#8221; tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Harun juga mendesak agar pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas dalam memeriksa proses penunjukan kontraktor baru dan memastikan proyek ini berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, ia juga menuntut peningkatan pengawasan terhadap keselamatan kerja untuk mencegah potensi bahaya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kasus ini tidak hanya mengindikasikan dugaan korupsi dalam proyek publik, tetapi juga memperlihatkan lemahnya tanggung jawab sosial dan hukum yang dapat merugikan masyarakat luas di Gorontalo,&#8221; tukas Presiden BEM Universitas Gorontalo, Harun Alulu.<strong> (ARL)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIKLUS-INDONESIA.ID, GORONTALO &#8211; Proyek pembangunan Kanal Banjir Tanggidaa, yang menggunakan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kini tengah menjadi sorotan akibat dugaan kasus korupsi. Berdasarkan hasil audit awal, proyek ini diduga telah merugikan negara dalam jumlah yang signifikan. Dan saat ini, Kejaksaan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan tersebut. Meskipun kasus ini masih dalam tahap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2646,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[172,207,208],"class_list":["post-2645","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah","tag-dana-pen","tag-dugaan-korupsi","tag-proyek"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG-20241023-WA0123.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4184,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/07\/02\/lp3bh-desak-aph-usut-dugaan-kasus-korupsi-proyek-mangkrak-jembatan-kali-obie-di-teluk-binruni\/","url_meta":{"origin":2645,"position":0},"title":"LP3BH Desak APH Usut Dugaan Kasus Korupsi Proyek Mangkrak Jembatan Kali Obie di Teluk Binruni","author":"Redaksi","date":"July 2, 2025","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Teluk Bintuni, Papua Barat \u2014\u00a0Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari kembali mengangkat persoalan mangkraknya proyek pembangunan Jembatan Kali Obie di Kampung Idoor, Distrik Wamesa, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.Direktur Eksekutif LP3BH, Yan Christian Warinussy, menyampaikan bahwa proyek pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran sebesar Rp2,5 miliar dari\u2026","rel":"","context":"In &quot;Law and Crime&quot;","block_context":{"text":"Law and Crime","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/law-and-crime\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250702_152257_Samsung-Internet.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250702_152257_Samsung-Internet.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250702_152257_Samsung-Internet.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250702_152257_Samsung-Internet.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]},{"id":4516,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/07\/25\/dugaan-korupsi-jembatan-kali-obie-direktur-eksekutif-lp3bh-desak-kajari-teluk-bintuni-usut-tuntas\/","url_meta":{"origin":2645,"position":1},"title":"Dugaan Korupsi Jembatan Kali Obie, Direktur Eksekutif LP3BH Desak Kajari Teluk Bintuni Usut Tuntas","author":"Redaksi","date":"July 25, 2025","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Manokwari\/Papua Barat - Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, kembali angkat bicara mengenai dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Jembatan Kali Obie di Kampung Idoor, Distrik Wamesa, Kabupaten Teluk Bintuni. Ia mempertanyakan tindakan hukum konkret dari Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni, Jusak Elkana Ajomi, SH, MH, dalam\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-3.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-3.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-3.jpeg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x"},"classes":[]},{"id":3625,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/04\/10\/polda-gorontalo-gelar-press-conference-dugaan-korupsi-proyek-jalan-nani-wartabone-kerugian-negara-capai-rp59-miliar\/","url_meta":{"origin":2645,"position":2},"title":"Polda Gorontalo Gelar Press Conference Dugaan Korupsi Proyek Jalan Nani Wartabone, Kerugian Negara Capai Rp5,9 Miliar","author":"Redaksi","date":"April 10, 2025","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Gorontalo \u2014 Kepolisian Daerah Gorontalo melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) menggelar Konferensi Pers terkait penanganan dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Proyek Peningkatan Jalan Nani Wartabone pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo Tahun Anggaran 2021. Proyek tersebut dilaksanakan oleh PT Mahardika Permata Mandiri dengan nilai\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG-20250410-WA0032-scaled.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG-20250410-WA0032-scaled.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG-20250410-WA0032-scaled.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG-20250410-WA0032-scaled.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG-20250410-WA0032-scaled.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG-20250410-WA0032-scaled.jpg?resize=1400%2C800&ssl=1 4x"},"classes":[]},{"id":4148,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/06\/29\/terjaring-suap-proyek-jalan-satker-pjn-sumut-dan-pejabat-dinas-pupr-kena-ott-kpk\/","url_meta":{"origin":2645,"position":3},"title":"Terjaring Suap Proyek Jalan, Satker PJN Sumut dan Pejabat Dinas PUPR Kena OTT KPK","author":"Redaksi","date":"June 29, 2025","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkap skandal suap besar dalam proyek pembangunan infrastruktur. Dalam konferensi pers yang digelar Sabtu sore, 28 Juni 2025, KPK mengumumkan hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di wilayah Sumatera Utara terkait dugaan suap dalam pengaturan proyek jalan dengan total nilai mencapai\u2026","rel":"","context":"In &quot;Law and Crime&quot;","block_context":{"text":"Law and Crime","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/law-and-crime\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Screenshot_20250629_134042_TikTok.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Screenshot_20250629_134042_TikTok.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Screenshot_20250629_134042_TikTok.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Screenshot_20250629_134042_TikTok.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]},{"id":4027,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/06\/17\/warga-tuntut-uang-panjar-proyek-dikembalikan-yan-chistian-warinussy-saya-minta-aparat-penegak-hukum-usut-pejabat-balai-wilayah-sungai-papua-barat\/","url_meta":{"origin":2645,"position":4},"title":"Warga Tuntut Uang Panjar Proyek Dikembalikan, Yan Chistian Warinussy: Saya Minta, Aparat Penegak Hukum Usut Pejabat Balai Wilayah Sungai Papua Barat","author":"Redaksi","date":"June 17, 2025","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Manokwari \u2013\u00a0Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH, meminta aparat penegak hukum untuk segera memeriksa Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Barat dan pejabat lainya, karena ada dugaan gratifikasi terkait uang muka proyek kembali mencuat di Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat. \u201cIni berpotensi kuat sebagai bentuk gratifikasi dan\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Picsart_25-06-17_12-16-22-947.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Picsart_25-06-17_12-16-22-947.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Picsart_25-06-17_12-16-22-947.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Picsart_25-06-17_12-16-22-947.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Picsart_25-06-17_12-16-22-947.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Picsart_25-06-17_12-16-22-947.jpg?resize=1400%2C800&ssl=1 4x"},"classes":[]},{"id":3710,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/04\/28\/kejati-intensif-usut-rugi-negara-rp-33-m-di-proyek-jalan-bandara-likupang\/","url_meta":{"origin":2645,"position":5},"title":"Kejati Intensif Usut Rugi Negara Rp 33 M di Proyek Jalan Bandara-Likupang","author":"Bang Santo","date":"April 28, 2025","format":false,"excerpt":"SIKLUS-INDONESIA.ID, MANADO - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) dikabarkan terus mengintensifkan penyelidikan dugaan korupsi jalan Bandara Sam Ratulangi (Manado) - Likupang (Minut) dengan total kerugian uang negara mencapai Rp 33 miliar lebih. Sumber di Kejati menginformasikan, proses hukum terhadap proyek yang menggunakan dana APBD-P Sulut 2019 dan dana pinjaman\u2026","rel":"","context":"In &quot;Law and Crime&quot;","block_context":{"text":"Law and Crime","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/law-and-crime\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG-20250428-WA0013.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG-20250428-WA0013.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG-20250428-WA0013.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG-20250428-WA0013.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2645"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2645\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2650,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2645\/revisions\/2650"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2646"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}