{"id":3743,"date":"2025-05-04T08:05:04","date_gmt":"2025-05-04T08:05:04","guid":{"rendered":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/?p=3743"},"modified":"2025-05-04T08:05:06","modified_gmt":"2025-05-04T08:05:06","slug":"gunakan-merkuri-warga-minta-aparat-penegak-hukum-tertibkan-penggunaan-tong-di-desa-hulawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/05\/04\/gunakan-merkuri-warga-minta-aparat-penegak-hukum-tertibkan-penggunaan-tong-di-desa-hulawa\/","title":{"rendered":"Gunakan Merkuri, Warga Minta Aparat Penegak Hukum Tertibkan Penggunaan Tong di Desa Hulawa"},"content":{"rendered":"\n<p>Siklus-Indonesia,.Id, Gorontalo Utara &#8211; Masyarakat Desa Wubudu Kecamatan sumalata kabupaten gorut resah dengan pengelolaan limbah dari tong emas yang menggunakan bahan kimia berbahaya. Aktivitas ini diduga tidak mendapat pengawasan ketat dari pemerintah maupun kepolisian, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan warga.<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan merkuri dan sianida kian mencemaskan. Pemakaian bahan berbahaya itu semakin tidak terkendali, khususnya di lokasi penambangan emas di desa Hulawa kecamatan sumalata.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan hasil pantauan media Siklus dilokasi, warga dengan bebas menggunakan merkuri untuk mengolah emas gelondongan dan menemukan, para penambang menggunakan merkuri dan sianida sembarangan. Kondisi itu sangat membahayakan penambang dan warga sekitar. Sebab air bekas merkuri dibuang sembarangan ke sungai.<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya atas aktivitas penggunaan tong yang memakai bahan zat kimia yang berbahaya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"776\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/20250429_110506-776x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3745\" srcset=\"https:\/\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/20250429_110506-776x1024.jpg 776w, https:\/\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/20250429_110506-227x300.jpg 227w, https:\/\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/20250429_110506-768x1013.jpg 768w, https:\/\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/20250429_110506-1164x1536.jpg 1164w, https:\/\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/20250429_110506-1552x2048.jpg 1552w, https:\/\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/20250429_110506.jpg 1800w\" sizes=\"auto, (max-width: 776px) 100vw, 776px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201dIni adalah bahaya yang sudah berada di depan mata karena pencemaran air dan kerusakan lingkungan, jika terus dibiarkan Saya selaku warga asli sini mengecam tegas adanya aktivitas itu karena sangat berbahaya bagi warga dan lingkungan sekitarnya,&#8221; Tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tempat pembuangan limbah berada hanya sekitar beberapa meter dari bibir sungai, Bahkan saat hujan deras, limbah kerap meluap hingga mencemari sungai yang menjadi sumber air bagi warga wubudu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSetiap kali hujan deras, limbahnya meluap dan mengalir ke sungai dan kebun warga. Kami khawatir karena banyak warga masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan ,\u201dUjarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Ia pun berharap agar secepatnya Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum untuk bertindak cepat menertibkan para pelaku aktivitas itu yang sudah meresahkan masyarakat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saya mempertanyakan peran tugas dan fungsi pengawasan Lingkungan Hidup Kabupaten gorut dalam menjaga lingkungan hidup. Dan selain itu, dia juga menyinggung tidak berjalannya supermasi hukum aparat penegak hukum (APH), yang diduga tutup mata,&#8221;Sesalnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti diketahui, penggunaan tong pada umumnya memiliki diameter 1,5-2,0 meter dengan tinggi mencapai lima meter. Pemilik tong biasanya mencampurkan sianida dan zat kimia berbahaya lainnya dengan ukuran sesuai selera agar memudahkan memisahkan pasir dan butiran emas.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah tong harus memiliki standar khusus sehingga tidak banyak menimbulkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. standar itu, misalnya, lebih banyak menggunakan air dan mengurangi penggunaan zat kimia. Selain itu, pengusaha tong harus memiliki unit pengolahan limbah yang sefety. dan jika aktivitas tong tidak mematuhi aturan maka peristiwa ini diduga melanggar UU pasal 161 Undang-undang RI nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba), dan juga diatur UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta PP Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. (UTN)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siklus-Indonesia,.Id, Gorontalo Utara &#8211; Masyarakat Desa Wubudu Kecamatan sumalata kabupaten gorut resah dengan pengelolaan limbah dari tong emas yang menggunakan bahan kimia berbahaya. Aktivitas ini diduga tidak mendapat pengawasan ketat dari pemerintah maupun kepolisian, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan warga. Penggunaan merkuri dan sianida kian mencemaskan. Pemakaian bahan berbahaya itu semakin tidak terkendali, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3744,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3743","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/20250429_112150.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4195,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/07\/03\/gunakan-bahan-kimia-dan-cemarkan-lingkungan-ketua-permahi-saya-minta-kapolres-gorut-tangkap-pemilik-tong-desa-hulawa\/","url_meta":{"origin":3743,"position":0},"title":"Gunakan Bahan Kimia dan Cemarkan Lingkungan, Ketua PERMAHI: &#8220;Saya Minta Kapolres Gorut, Tangkap Pemilik Tong Desa Hulawa&#8221;","author":"Redaksi","date":"July 3, 2025","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Gorontalo Utara -Aktifitas pengolahan Tambang emas di desa Hulawa Kecamatan Sumalata, diduga ilegal menggunakan Tong berbahan\u00a0 merkuri dan zat kimia berbahaya lainnya, seperti sianida (B2). Keberadaan Tong dilokasi tersebut semakin hari makin meresahkan, ada\u00a0 beberapa unit tong berukuran raksasa dijumpai di sepanjang sungai, karena lokasinya tidak jauh dari areal\u2026","rel":"","context":"In &quot;Law and Crime&quot;","block_context":{"text":"Law and Crime","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/law-and-crime\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250422-WA00251.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250422-WA00251.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250422-WA00251.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x"},"classes":[]},{"id":5015,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2026\/02\/26\/berantas-tambang-ilegal-polres-gorontalo-tertibkan-lokasi-peti-di-desa-pilomonu\/","url_meta":{"origin":3743,"position":1},"title":"Berantas Tambang Ilegal, Polres Gorontalo Tertibkan Lokasi Peti Di Desa Pilomonu.","author":"Bang Santo","date":"February 26, 2026","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Gorontalo - Jajaran Polres Gorontalo menunjukkan komitmen serius dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan melaksanakan Operasi Penertiban dan Penegakan Hukum terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Gorontalo, Selasa (24\/02\/2026), Jam 11.30 wita. Operasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Akp Andrean Pratama, S.Tr.K., S.I.K.,\u2026","rel":"","context":"In &quot;Law and Crime&quot;","block_context":{"text":"Law and Crime","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/law-and-crime\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Screenshot_20260226_103101_Chrome.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Screenshot_20260226_103101_Chrome.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Screenshot_20260226_103101_Chrome.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Screenshot_20260226_103101_Chrome.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Screenshot_20260226_103101_Chrome.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":550,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2023\/10\/04\/maraknya-illegal-logging-di-gorut-aparat-penegak-hukum-tutup-mata\/","url_meta":{"origin":3743,"position":2},"title":"Maraknya Illegal Logging di Gorut, Aparat Penegak Hukum Tutup Mata","author":"Redaksi","date":"October 4, 2023","format":false,"excerpt":"SIKLUS-INDONESIA.ID, Gorut - Aktivitas pembalakan liar (illegal logging) di hutan wilayah Kabupaten gorontalo utara dan sekitarnya hingga kini masih marak, hal ini diketahui dari adanya tumpukan kayu yang beroperasi di Desa limbato dan desa papua langi Kecamatan Tolinggula. Dari hasil pantauan awak media dilapangan selasa, (3\/4\/23) nampak disekitar lokasi tersebut,\u2026","rel":"","context":"In &quot;Internasional&quot;","block_context":{"text":"Internasional","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/internasional\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/20231003_113309.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/20231003_113309.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/20231003_113309.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/20231003_113309.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/20231003_113309.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/20231003_113309.jpg?resize=1400%2C800&ssl=1 4x"},"classes":[]},{"id":3490,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/03\/22\/molor-dari-target-proyek-bendungan-bulango-ulu-menuai-sorotan-dari-warga\/","url_meta":{"origin":3743,"position":3},"title":"Molor Dari Target, Proyek Bendungan Bulango Ulu Menuai Sorotan Dari Warga","author":"Redaksi","date":"March 22, 2025","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Gorontalo - Mega Proyek pekerjaan Bendungan Bulango Ulu akhirnya menjadi sorotan kalangan publik mengingat proyek ini seharusnya selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal kontrak SPMK, namun pekerjaan dilapangan masih belum diselesaikan. Kondisi ini memicu pertanyaan mengenai kinerja kontraktor serta pengawasan yang dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai. Jangankan untuk difungsikan\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/20250314_155127-scaled.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/20250314_155127-scaled.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/20250314_155127-scaled.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/20250314_155127-scaled.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/20250314_155127-scaled.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/20250314_155127-scaled.jpg?resize=1400%2C800&ssl=1 4x"},"classes":[]},{"id":4000,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/06\/09\/catatan-dari-pohuwato-ekonomi-tumbuh-ekologi-rubuh\/","url_meta":{"origin":3743,"position":4},"title":"Catatan Dari Pohuwato : Ekonomi Tumbuh, Ekologi Rubuh","author":"Redaksi","date":"June 9, 2025","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Gorontalo - Siapa yang tak ingin hidup dalam damai, dikelilingi udara bersih, air jernih, tanah subur, dan hutan yang meneduhkan? Tapi siapa pula yang bisa menolak kebutuhan ekonomi, apalagi dalam kondisi kehidupan yang makin keras dan peluang yang makin sempit? Beberapa hari kami berada di Desa Iloheluma, sebuah desa\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG-20250609-WA0023.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG-20250609-WA0023.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG-20250609-WA0023.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG-20250609-WA0023.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG-20250609-WA0023.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":2502,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2024\/10\/05\/mantapkan-pendukung-pasangan-roni-sampir-dan-adnan-entengo-sambangi-20-titik-kampanye-di-kecamatan-isimu-dan-tibawa\/","url_meta":{"origin":3743,"position":5},"title":"Mantapkan Pendukung, Pasangan Roni Sampir dan Adnan Entengo Sambangi 20 Titik Kampanye di Kecamatan Isimu dan Tibawa","author":"Redaksi","date":"October 5, 2024","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Gorontalo - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo, Dr. Roni Sampir dan Adnan Entengo tak mengenal kata lelah. dalam masa kampanye paslon ROAD giat terus dalam blusukanya ke titik lokasi yang dikunjungi guna memaksimalkan pendukungnya dari kota hingga ke pelosok desa. Dalam sehari, Sabtu (5\/10\/24) pasangan ROAD\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG-20241005-WA0091.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG-20241005-WA0091.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG-20241005-WA0091.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG-20241005-WA0091.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG-20241005-WA0091.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG-20241005-WA0091.jpg?resize=1400%2C800&ssl=1 4x"},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3743","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3743"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3743\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3749,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3743\/revisions\/3749"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}