{"id":4068,"date":"2025-06-20T09:27:39","date_gmt":"2025-06-20T09:27:39","guid":{"rendered":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/?p=4068"},"modified":"2025-06-20T09:27:41","modified_gmt":"2025-06-20T09:27:41","slug":"proyek-irigasi-d-i-muturi-mengalami-keterlambatan-ini-penjelasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/06\/20\/proyek-irigasi-d-i-muturi-mengalami-keterlambatan-ini-penjelasannya\/","title":{"rendered":"Proyek Irigasi D.I. Muturi Mengalami Keterlambatan: Ini Penjelasannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Siklus-Indonesia.Id, Bintuni &#8211; Proyek Irigasi D.I. Muturi yang dikerjakan oleh CV.TPK Anugrah Papua dengan supervisi CV.Anugerah Papua Konsultan dari Dinas Pekerjaan Umum Papua Barat, mengalami keterlambatan penyelesaian.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepada Media ini, Pihak pelaksana proyek menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh sejumlah faktor non-teknis maupun teknis yang tidak dapat dihindari, sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Kendala Hak Ulayat<\/p>\n\n\n\n<p>Segera setelah penandatanganan kontrak dan dimulainya pekerjaan, proyek menghadapi kendala dengan pemilik hak ulayat. Proses negosiasi berlangsung selama 1 bulan 10 hari hingga dicapai kesepakatan tertulis bahwa:<\/p>\n\n\n\n<p>Material konstruksi harus diambil dan dibeli dari pemilik hak ulayat.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengambilan material hanya dapat dilakukan 3 kali seminggu dan tergantung kondisi cuaca \u2014 saat hujan, pengambilan tidak bisa dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Insiden Kecelakaan Kerja<\/p>\n\n\n\n<p>Pada 21 Oktober 2024, terjadi insiden kecelakaan kerja yang menyebabkan meninggalnya salah satu tukang di lokasi. Pekerjaan dihentikan sementara oleh pimpinan proyek atas permintaan keluarga korban dan untuk proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Pekerjaan baru dapat dilanjutkan pada 16 November 2024, setelah dari pihak keluarga korban mencabut laporan polisi karena telah diselesaikan secara kekeluargaan.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Penertiban Galian C<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, pada 23 November 2024, terdapat penertiban Galian C di wilayah Bintuni oleh Polda Papua Barat dan Polres Bintuni. Aktivitas proyek kembali tertunda selama kurang lebih 1 bulan. Saat izin kembali diperoleh, waktu telah mendekati libur Natal, sehingga pembayaran progres pekerjaan dilakukan secara parsial, tidak 100%.<\/p>\n\n\n\n<p>4. Perpanjangan Waktu<\/p>\n\n\n\n<p>Dinas Pekerjaan Umum memberikan adendum perpanjangan waktu (dalam pemberian kesempatan) untuk menyelesaikan proyek agar dapat memberikan asas manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani dan peternak Budi daya ikan.<\/p>\n\n\n\n<p>5. Faktor Cuaca dan Kondisi Lapangan<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri selama pelaksanaan lanjutan proyek. Data BMKG menunjukkan intensitas hujan tinggi, sehingga pengerjaan pengecoran saluran harus menunggu pengurasan air yang digunakan para petani. Pengurasan dilakukan menggunakan alat berat dengan medan berlumpur, memperlambat proses kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>6. Kerusakan di Beberapa Titik<\/p>\n\n\n\n<p>Terkait pemberitaan adanya kerusakan di beberapa titik saluran, pihak pelaksana menyatakan komitmen untuk memperbaiki sebelum serah terima (PHO) kepada Dinas terkait.<\/p>\n\n\n\n<p>7. Kualitas dan Tanggung Jawab<\/p>\n\n\n\n<p>Pihak kontraktor menegaskan bahwa mutu pekerjaan telah diuji di laboratorium melalui uji JMD dan JMF. Mereka juga siap membayar denda keterlambatan sesuai ketentuan yang tercantum dalam syarat-syarat khusus kontrak.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPemberitaan yang menyebutkan proyek ini mangkrak adalah tidak benar. Kami terus melanjutkan pekerjaan dan bertanggung jawab secara teknis dan administratif,\u201d tambah perwakilan pelaksana proyek. (***)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siklus-Indonesia.Id, Bintuni &#8211; Proyek Irigasi D.I. Muturi yang dikerjakan oleh CV.TPK Anugrah Papua dengan supervisi CV.Anugerah Papua Konsultan dari Dinas Pekerjaan Umum Papua Barat, mengalami keterlambatan penyelesaian. Kepada Media ini, Pihak pelaksana proyek menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh sejumlah faktor non-teknis maupun teknis yang tidak dapat dihindari, sebagai berikut: 1. Kendala Hak Ulayat Segera [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4069,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4068","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG-20250620-WA0035.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4184,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/07\/02\/lp3bh-desak-aph-usut-dugaan-kasus-korupsi-proyek-mangkrak-jembatan-kali-obie-di-teluk-binruni\/","url_meta":{"origin":4068,"position":0},"title":"LP3BH Desak APH Usut Dugaan Kasus Korupsi Proyek Mangkrak Jembatan Kali Obie di Teluk Binruni","author":"Redaksi","date":"July 2, 2025","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Teluk Bintuni, Papua Barat \u2014\u00a0Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari kembali mengangkat persoalan mangkraknya proyek pembangunan Jembatan Kali Obie di Kampung Idoor, Distrik Wamesa, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.Direktur Eksekutif LP3BH, Yan Christian Warinussy, menyampaikan bahwa proyek pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran sebesar Rp2,5 miliar dari\u2026","rel":"","context":"In &quot;Law and Crime&quot;","block_context":{"text":"Law and Crime","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/law-and-crime\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250702_152257_Samsung-Internet.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250702_152257_Samsung-Internet.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250702_152257_Samsung-Internet.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250702_152257_Samsung-Internet.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]},{"id":3490,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/03\/22\/molor-dari-target-proyek-bendungan-bulango-ulu-menuai-sorotan-dari-warga\/","url_meta":{"origin":4068,"position":1},"title":"Molor Dari Target, Proyek Bendungan Bulango Ulu Menuai Sorotan Dari Warga","author":"Redaksi","date":"March 22, 2025","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Gorontalo - Mega Proyek pekerjaan Bendungan Bulango Ulu akhirnya menjadi sorotan kalangan publik mengingat proyek ini seharusnya selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal kontrak SPMK, namun pekerjaan dilapangan masih belum diselesaikan. Kondisi ini memicu pertanyaan mengenai kinerja kontraktor serta pengawasan yang dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai. Jangankan untuk difungsikan\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/20250314_155127-scaled.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/20250314_155127-scaled.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/20250314_155127-scaled.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/20250314_155127-scaled.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/20250314_155127-scaled.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/20250314_155127-scaled.jpg?resize=1400%2C800&ssl=1 4x"},"classes":[]},{"id":4641,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/08\/09\/melalui-pendekatan-persuasif-polres-fakfak-berhasil-amankan-situasi-dan-membuka-pemalangan-pipa-air\/","url_meta":{"origin":4068,"position":2},"title":"Melalui Pendekatan Persuasif, Polres Fakfak berhasil Amankan Situasi dan Membuka Pemalangan Pipa Air","author":"Redaksi","date":"August 9, 2025","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Fakfak\/Papua Barat \u2013 Bertempat di Kampung Air Besar Distrik Fakfak Tengah, personel Polres Fakfak bergerak cepat merespons aksi pemalangan kran pipa air, kolam renang Air Besar, dan persemayaman Dinas Perkebunan yang dilakukan oleh keluarga pemilik hak ulayat Marga Komber Tonggo pada Sabtu (9\/8\/2025) siang. Sekitar pukul 14.00 WIT, Polres\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250810-WA0002.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250810-WA0002.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250810-WA0002.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250810-WA0002.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250810-WA0002.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":1153,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2023\/12\/18\/pekerjaan-bangunan-pengaman-pantai-lampu-satu-merauke-rampung-sesuai-kotrak-warga-minta-kementerian-pupr-pekerjaan-dilanjutkan-kembali\/","url_meta":{"origin":4068,"position":3},"title":"Pekerjaan Bangunan Pengaman Pantai Lampu Satu Merauke Rampung Sesuai Kotrak, Warga Minta Kementerian PUPR Pekerjaan Dilanjutkan Kembali","author":"Redaksi","date":"December 18, 2023","format":false,"excerpt":"SIKLUS-INDONESIA.ID, Merauke\/Papua Selatan - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Wilayah Sungai Papua Merauke, menyampaikan pekerjaan lanjutan pembangunan bangunan pengaman pantai lampu satu merauke sudah rampung sesuai kontrak pada akhir tahun 2023. PPK Sungai Pantai Marthen L. Maniani., ST.,MT. Mengatakan kepada awak\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Picsart_23-12-18_17-48-08-510-scaled.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Picsart_23-12-18_17-48-08-510-scaled.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Picsart_23-12-18_17-48-08-510-scaled.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Picsart_23-12-18_17-48-08-510-scaled.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Picsart_23-12-18_17-48-08-510-scaled.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Picsart_23-12-18_17-48-08-510-scaled.jpg?resize=1400%2C800&ssl=1 4x"},"classes":[]},{"id":4516,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/07\/25\/dugaan-korupsi-jembatan-kali-obie-direktur-eksekutif-lp3bh-desak-kajari-teluk-bintuni-usut-tuntas\/","url_meta":{"origin":4068,"position":4},"title":"Dugaan Korupsi Jembatan Kali Obie, Direktur Eksekutif LP3BH Desak Kajari Teluk Bintuni Usut Tuntas","author":"Redaksi","date":"July 25, 2025","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Manokwari\/Papua Barat - Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, kembali angkat bicara mengenai dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Jembatan Kali Obie di Kampung Idoor, Distrik Wamesa, Kabupaten Teluk Bintuni. Ia mempertanyakan tindakan hukum konkret dari Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni, Jusak Elkana Ajomi, SH, MH, dalam\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-3.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-3.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-3.jpeg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x"},"classes":[]},{"id":501,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2023\/09\/20\/ketua-lembaga-masyarakat-adat-lmamasni-manokwari-soleman-manseni-pengusaha-ingin-mendaftar-silahkan\/","url_meta":{"origin":4068,"position":5},"title":"Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA)Masni Manokwari, Soleman Manseni: &#8220;pengusaha Ingin Mendaftar Silahkan&#8221;","author":"Redaksi","date":"September 20, 2023","format":false,"excerpt":"SIKLUS-INDONESIA.ID, Manokwari PB - Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Masni Kabupaten Manokwari, Soleman Manseni menegaskan terdapat ketidakjelasan ketidakjelasan pengusaha yang beroperasi di Distrik Masni menyebabkan banyak pengusaha Asli Papua yang tidak bisa mengembangkan usahanya dengan baik. Bahkan hutan di Distrik Masni sudah mulai rusak. Hal ini ditegaskan Ketua adat (LMA)\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/IMG-20230920-WA0006.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4068","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4068"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4068\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4073,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4068\/revisions\/4073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4069"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4068"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4068"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4068"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}