{"id":4191,"date":"2025-07-03T05:40:08","date_gmt":"2025-07-03T05:40:08","guid":{"rendered":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/?p=4191"},"modified":"2025-07-03T05:40:09","modified_gmt":"2025-07-03T05:40:09","slug":"konstitusi-bukan-pajangan-tapi-kompas-gerak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/07\/03\/konstitusi-bukan-pajangan-tapi-kompas-gerak\/","title":{"rendered":"Konstitusi Bukan Pajangan, Tapi Kompas Gerak.!!!"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siklus-Indonesia.Id, Gorontalo &#8211; Di tengah dinamika Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang semakin kompleks, satu hal yang seharusnya menjadi pegangan moral dan struktural kita bersama justru kerap diabaikan. Konstitusi HMI. Baik kader maupun senior, banyak yang terjebak dalam rutinitas aktivitas organisasi tanpa pernah sungguh-sungguh memahami apa yang menjadi fondasi gerak kita. Ironisnya, sebagian senior yang vokal di forum-forum malah tak memahami isi Mukadimah, Anggaran Dasar, atau Tafsir Tujuan HMI secara utuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaannya sederhana: bagaimana bisa kita memperjuangkan nilai, kalau kita sendiri tidak memahami dasar perjuangannya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak kader hari ini lebih fasih menyebut nama-nama tokoh HMI atau isu politik, tapi gugup dan gagap ketika ditanya tentang landasan yang termaktub pada Mukadimah atau Tafsir Independensi. Bahkan ada yang ikut Latihan Kader tanpa pernah membaca naskah konstitusi. Ini bukan hanya kelalaian, tapi pengkhianatan intelektual terhadap identitas kita sebagai insan akademis, pencipta, dan pengabdi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih mengecewakan lagi ketika ada senior yang menjadikan konstitusi sebagai simbol formalitas. Mereka aktif di ruang strategis, memimpin forum, namun sering kali menyimpang dari asas dan tujuan organisasi. Bukankah Mukadimah jelas menyebut, bahwa HMI memperjuangkan masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT? Lalu mengapa kita justru sibuk membangun jaringan kekuasaan, tetapi abai pada nilai?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika HMI ingin tetap relevan dan bermartabat, maka membaca, memahami, dan mengamalkan konstitusi adalah keharusan, bukan pilihan. Kita tidak butuh kader yang pandai berorasi, tetapi buta terhadap dasar ideologis organisasi. Kita tidak butuh senior yang sibuk membangun &#8220;dinasti pengaruh&#8221;, tetapi lupa membina kader yang berbasis nilai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;HMI BUKAN SEKEDAR JARINGAN, TAPI GERAKAN NILAI&#8221;<br>HMI bukan ruang basa-basi politik. HMI adalah rumah ideologis yang dibangun dengan prinsip keislaman, keindonesiaan, dan keilmuan. Tanpa konstitusi sebagai pedoman utama, maka himpunan ini hanya akan menjadi organisasi tanpa arah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kami tidak anti kritik, Kami hanya ingin mengingatkan, Jangan bicara tentang \u201ctujuan HMI\u201d jika kita sendiri tidak paham apa itu Tafsir Tujuan. Jangan bicara soal \u201ckaderisasi ideologis\u201d jika konstitusi hanya jadi bacaan sambil lalu di forum pengkaderan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konstitusi HMI bukan teks mati. Ia adalah kompas moral dan intelektual yang seharusnya mengarahkan langkah kita. Saat kader dan senior mulai melupakan konstitusi, saat itulah HMI kehilangan arah. Maka, tugas kita hari ini bukan hanya mengkritik, tapi juga mengajak: Mari kembali pada konstitusi. Mari kembali pada nilai. Mari kembali pada HMI yang kita cita-citakan. (S)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siklus-Indonesia.Id, Gorontalo &#8211; Di tengah dinamika Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang semakin kompleks, satu hal yang seharusnya menjadi pegangan moral dan struktural kita bersama justru kerap diabaikan. Konstitusi HMI. Baik kader maupun senior, banyak yang terjebak dalam rutinitas aktivitas organisasi tanpa pernah sungguh-sungguh memahami apa yang menjadi fondasi gerak kita. Ironisnya, sebagian senior yang vokal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4192,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4191","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250703-WA0015-scaled.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4565,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/08\/01\/kebijakan-ppatk-tanpa-analisis-yang-matang-oleh-moh-sahrul-lakoro-kader-hmi-limboto-dan-ketua-dpc-permahi-gorontalo\/","url_meta":{"origin":4191,"position":0},"title":"&#8220;Kebijakan PPATK Tanpa Analisis Yang Matang&#8221; Oleh : Moh Sahrul Lakoro\u00a0 Kader HMI Limboto dan Ketua DPC PERMAHI Gorontalo","author":"Redaksi","date":"August 1, 2025","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia Id, Gorontalo - Dalam semangat pemberantasan kejahatan keuangan, PPATK memang memiliki peran vital. Namun, kewenangan pemblokiran rekening yang dilakukan secara luas, mendadak, dan minim transparansi justru berpotensi melukai rasa keadilan publik. Alih-alih melindungi masyarakat dari kejahatan finansial, kebijakan ini justru menciptakan ketakutan dan ketidakpercayaan terhadap sistem keuangan negara. Sebagai\u2026","rel":"","context":"In &quot;Opinion&quot;","block_context":{"text":"Opinion","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/opinion\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250731-WA0028.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250731-WA0028.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250731-WA0028.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250731-WA0028.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250731-WA0028.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":4492,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/07\/22\/badko-hmi-sulutgo-serukan-evaluasi-total-polri-secara-nasional\/","url_meta":{"origin":4191,"position":1},"title":"BADKO HMI SULUTGO: SERUKAN EVALUASI TOTAL POLRI SECARA NASIONAL!","author":"Redaksi","date":"July 22, 2025","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Gorontalo\u00a0 -\u00a0 Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Utara-Gorontalo menyatakan mosi tidak percaya terhadap Kepolisian Republik Indonesia (POLRI). Seruan ini dikeluarkan menyusul tiga tragedi kekerasan brutal oleh aparat kepolisian terhadap kader dan aktivis HMI di berbagai daerah. Harun Alulu, Ketua Bidang Hukum, Pertahanan, dan Keamanan BADKO HMI\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250722-WA0001.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250722-WA0001.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250722-WA0001.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250722-WA0001.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250722-WA0001.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250722-WA0001.jpg?resize=1400%2C800&ssl=1 4x"},"classes":[]},{"id":5456,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2026\/07\/23\/pb-hmi-pertanyakan-legalitas-iup-pt-tizar-tirzia-trizardi-desak-aparat-hukum-bertindak-tegas\/","url_meta":{"origin":4191,"position":2},"title":"PB HMI Pertanyakan Legalitas IUP PT Tizar Tirzia Trizardi, Desak Aparat Hukum Bertindak Tegas","author":"Bang Santo","date":"July 23, 2026","format":false,"excerpt":"Siklus-indonesia.id, Jakarta, \u2013 Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Munawir, menyoroti dugaan keterlibatan Bupati Luwu Timur dalam penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel milik PT Tizar Tirzia Trizardi yang berlokasi di Desa Malili, Ussu, dan Malawa, Kabupaten Luwu Timur,\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot_20260723_184315_Opera.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot_20260723_184315_Opera.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot_20260723_184315_Opera.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot_20260723_184315_Opera.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot_20260723_184315_Opera.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":4000,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/06\/09\/catatan-dari-pohuwato-ekonomi-tumbuh-ekologi-rubuh\/","url_meta":{"origin":4191,"position":3},"title":"Catatan Dari Pohuwato : Ekonomi Tumbuh, Ekologi Rubuh","author":"Redaksi","date":"June 9, 2025","format":false,"excerpt":"Siklus-Indonesia.Id, Gorontalo - Siapa yang tak ingin hidup dalam damai, dikelilingi udara bersih, air jernih, tanah subur, dan hutan yang meneduhkan? Tapi siapa pula yang bisa menolak kebutuhan ekonomi, apalagi dalam kondisi kehidupan yang makin keras dan peluang yang makin sempit? Beberapa hari kami berada di Desa Iloheluma, sebuah desa\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG-20250609-WA0023.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG-20250609-WA0023.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG-20250609-WA0023.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG-20250609-WA0023.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG-20250609-WA0023.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":4583,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/08\/02\/refleksi-hari-kemerdekaan-merekonstruksi-pemikiran-dalam-penafsiran-makar\/","url_meta":{"origin":4191,"position":4},"title":"Refleksi Hari Kemerdekaan : Merekonstruksi Pemikiran Dalam Penafsiran Makar","author":"Redaksi","date":"August 2, 2025","format":false,"excerpt":"Oleh Moh Sahrul Lakoro Dalam era globalisasi budaya dan kemajuan teknologi informasi, batas antara hiburan dan ekspresi budaya semakin cair. Sayangnya, tidak semua pihak mampu membaca realitas tersebut dengan bijak. Salah satu contohnya adalah pernyataan kontroversial anggota DPR RI, Firman Soebagyo, yang menyebut bendera bajak laut dari anime One Piece\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250802-WA0008.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250802-WA0008.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250802-WA0008.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x"},"classes":[]},{"id":4614,"url":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/2025\/08\/05\/menuju-80-tahun-kemerdekaan-ri-indonesia-belum-mampu-menandingi-tekanan-geopolitik-as\/","url_meta":{"origin":4191,"position":5},"title":"Menuju 80 Tahun Kemerdekaan RI: Indonesia Belum Mampu Menandingi Tekanan Geopolitik AS","author":"Redaksi","date":"August 5, 2025","format":false,"excerpt":"Oleh : Moh Sahrul Lakoro, Kader HMI Cabang Limboto Siklus-Indonesia.Id, Gorontalo - Meskipun Indonesia secara geografis berada di posisi strategis kawasan Indo-Pasifik dan memiliki kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, kenyataannya Indonesia masih belum mampu menandingi tekanan geopolitik yang datang dari Amerika Serikat (AS). Hal ini menunjukkan bentuk kekalahan strategis\u2026","rel":"","context":"In &quot;Opinion&quot;","block_context":{"text":"Opinion","link":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/category\/opinion\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250806-WA0001.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250806-WA0001.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250806-WA0001.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/siklus-indonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250806-WA0001.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4191","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4191"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4191\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4194,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4191\/revisions\/4194"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4192"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4191"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4191"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siklus-indonesia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}