Fri. Apr 4th, 2025

Siklus-Indonesia.Id, Gorontalo – Mega Proyek pekerjaan Bendungan Bulango Ulu akhirnya menjadi sorotan kalangan publik mengingat proyek ini seharusnya selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal kontrak SPMK, namun pekerjaan dilapangan masih belum diselesaikan. Kondisi ini memicu pertanyaan mengenai kinerja kontraktor serta pengawasan yang dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai.

Jangankan untuk difungsikan sebagai sarana untuk mendukung peningkatan kebutuhan air bagi warga. proyek yang di gawangi langsung oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi II ini dikerjakan di desa Tuloa Kecamatan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango menuai sorotan.

Proyek Bendungan Bulango Ulu yang ditargetkan selesai Oktober 2024 yang digarap melalui kerja sama operasi (KSO) dengan PT Basuki Rahmanta Putra dan PT Bina Nusa Lestari (KSO HK-BRP-BNL) dengan porsi Hutama Karya 70%,dan BNL 15%.

Sayangnya, mega proyek dengan anggaran 2.2 T ini, yang menurut informasi masih ada masalah dengan warga mengenai pembebasan lawan, belum mampu diselesaikan. Entah apa yang menjadi alasan, sehingga proyek ini tak kunjung selesai hingga menjadi pertanyaan bagi warga sekitarnya, ada apa dengan proyek ini.?

Yusuf, salah satu warga Bulango Ulu menyoroti pekerjaan tersebut, karena ada persoalan yang harus segera diselesaikan.

“Kita perlu melihat bagaimana sistem penyelesaian pekerjaan berjalan sampai selesai, apakah perusahaan yang dipercayakan mengerjakan bendungan itu bisa menyelesaikan tepat waktu atau tidak. Sehingga proyek ini benar-benar memberikan manfaat bagi warga khususnya masyarakat gorontalo,” ujarnya.

Lebih lanjut Yusuf mengatakan, bahwa proyek ini mestinya sudah rampung sesuai target, tapi mengapa target belum terpenuhi? Jika semua berjalan baik masyarakat pasti puas dengan hasil yang dicapai.

“Apakah kendala proyek ini berasal dari perubahan regulasi, faktor internal, atau masalah manajemen perusahaan.? Jika perusahaan yang bermasalah, atau direksi yang tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik, maka harus dievaluasi,” pinta Yusuf.

Diketahui, Bendungan Bolango Ulu merupakan proyek strategis nasional [PSN] 2018. Mega proyek senilai Rp2,2 triliun ini akan dibangun setinggi 65,9 meter dan luas genangan 690 hektar berlokasi di tiga desa di Kabupaten Bone Bolango. Tiga desa itu, yaitu, Desa Tuloa, Owata dan Mongiilo.

Pembangunan Bendungan Bulango Ulu juga bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi di Indonesia, serta menjadi pengendali banjir, terutama saat musim hujan.

Bendungan yang mulai dikerjakan tahun 2019 ini memiliki luas genangan 614,72 hektare jadi bendungan ini juga mampu memberikan manfaat irigasi bagi 4.193 hektare sawah. Bendungan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini juga akan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) sebesar 4,96 MegaWatt (MW). Tak hanya itu, bendungan yang ditargetkan rampung pada tahun 2024 ini bakal menyuplai air bersih bagi kebutuhan warga masyarakat.

Dengan kondisi saat ini, pekerjaan yang dinilai terlambat dan tidak sesuai target yang diharapkan, haruskah Aparat Penegak hukum (APH) untuk turun menyelidiki pengerjaan proyek Bendungan Bulango Ulu yang dinilai molor dan tidak tepat waktu sehingga menjadi sorotan warga.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini sudah berapa kali berupaya untuk  mendapatkan tanggapan dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS), dalam hal ini kasatker Bendungan yang tidak mau ditemui. (OTN)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Kami