Sun. Feb 22nd, 2026

Siklus-Indonesia.Id, Nabire/Papua Tengah – Aksi penyerangan dan pembakaran terjadi di pos pengamanan pertama milik PT Kristalin Eka Lestari yang berlokasi di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026) siang. Insiden tersebut diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tim Media ini, peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIT. Pos pengamanan perusahaan dilaporkan diserang dan dibakar oleh sekelompok orang bersenjata api. Aparat keamanan yang menerima laporan segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal.

Sebelum pembakaran pos, sekitar pukul 14.00 WIT, terjadi penembakan terhadap sebuah kendaraan milik perusahaan Wasundara yang sedang melintas dari kamp perusahaan menuju arah Lagari.

Dua saksi yang berada di dalam kendaraan, Ihzan Fahrudi dan Riski, menyampaikan bahwa mereka diserang oleh tiga orang tak dikenal yang membawa senjata api laras panjang. Akibat serangan tersebut, kendaraan mengalami kerusakan dan saat ini telah diamankan di Kamp Wasundara. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun situasi sempat menimbulkan kepanikan di area sekitar.

Aparat gabungan dari unsur penegak hukum dan Satgas Operasi Damai Cartenz saat ini tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti serta mendalami identitas dan pergerakan kelompok pelaku, mengingat pelaku dilaporkan membawa senjata api, seluruh personel di wilayah hukum Polsek Makimi diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersiaga penuh di Markas Komando (Mako) Polsek Makimi.

Informasi awal juga menyebutkan adanya dugaan empat pucuk senjata api yang hilang dalam rangkaian kejadian tersebut. Namun aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan kebenaran informasi itu.

Secara terpisah, beredar informasi bahwa pos TNI di wilayah Lagari, Nabire, turut menjadi sasaran penyerangan oleh kelompok bersenjata yang diduga dipimpin oleh Aibon Kogoya. Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih melakukan verifikasi dan pendalaman terkait informasi tersebut.

Berdasarkan keterangan awal personel TNI AD, pos tersebut diketahui ditempati tujuh personel. Saat kejadian, dua personel berada di kota dan empat lainnya berada di area pendulangan. Di pos tersisa satu personel, Serda Rahmadhani, yang memegang satu pucuk pistol G2 Combat, serta terdapat dua pucuk senjata laras panjang SS1 milik personel TNI AL yang ditinggalkan di pos. Saat itu, ia juga ditemani seorang warga sipil.

Informasi lanjutan menyebutkan dua anggota TNI AL dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut. Namun detail kronologi dan kondisi korban masih dalam proses pendalaman oleh aparat berwenang.

Hingga Sabtu sore, aparat TNI-Polri masih melakukan pengamanan di sejumlah titik rawan di Distrik Makimi dan sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan pergerakan kelompok bersenjata.
Pihak berwenang menegaskan akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku serta memastikan keamanan warga dan objek vital di wilayah Nabire dan sekitarnya tetap terjaga. (JPN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *