Sun. Aug 2nd, 2026

Siklus-Indonesia.id, Nabire – Menjelang pelaksanaan penyampaian aspirasi damai oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di lingkungan Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah pada Senin, 3 Agustus 2026, Polda Papua Tengah bersama unsur TNI telah menyiapkan kekuatan pengamanan sebanyak 739 personel gabungan. Kesiapan ini ditandai dengan pelaksanaan apel gelar pasukan yang berlangsung tertib di halaman Mapolres Nabire, Minggu (2/8/2026).

Apel pengecekan kesiapan pasukan dipimpin langsung oleh Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol Wahyu Kuncoro. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak konstitusional yang dijamin oleh undang-undang dan wajib dilindungi oleh negara. Meski demikian, hak tersebut tetap harus dilaksanakan secara tertib, damai, dan sesuai dengan mekanisme peraturan yang berlaku agar tidak merugikan pihak lain maupun mengganggu ketertiban umum.

“Kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara, dan itulah yang akan kami lindungi. Namun ada aturan yang harus dipatuhi bersama. Tugas kami dari TNI dan Polri adalah memastikan hak tersebut berjalan aman dan tertib, tanpa kekerasan maupun pelanggaran aturan,” ujar Kombes Pol Wahyu Kuncoro.

Ia juga menjelaskan bahwa seluruh pengaturan dan tindakan pengamanan berpedoman pada Perkap Polri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian. Seluruh personel yang bertugas diingatkan untuk senantiasa berkoordinasi dan bergerak sesuai arahan pimpinan, tidak diperkenankan mengambil tindakan sepihak atau bertindak atas inisiatif sendiri.

“Semua bergerak dalam satu komando. Tidak ada tindakan yang dilakukan atas kehendak pribadi. Semuanya harus jelas dan terkoordinasi demi keamanan bersama,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima aparat, peserta aksi direncanakan berkumpul di dua titik pemberangkatan, yaitu kawasan Pasar Karang dan sekitar Hotel Andaman, sebelum bergerak menuju Kantor MRP Papua Tengah untuk menyampaikan aspirasi. Guna menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mencegah terjadinya kerawanan selama perjalanan, aparat akan melakukan pengaturan pergerakan massa dan tidak mengizinkan adanya aksi jalan kaki atau long march sepanjang jalan raya.

Sebagai bentuk pelayanan sekaligus pengaturan yang aman, pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah kendaraan angkutan untuk mengantar peserta aksi dari titik kumpul menuju lokasi penyampaian aspirasi. Langkah ini diambil agar peserta tetap dapat menyampaikan pendapatnya dengan nyaman dan aman, sekaligus menjaga ketertiban serta kenyamanan masyarakat lain yang sedang beraktivitas di jalan raya.

Hingga saat ini situasi di wilayah Nabire dan sekitarnya terpantau aman dan kondusif. Aparat berkomitmen terus menjaga keseimbangan antara perlindungan hak warga negara dan pemeliharaan ketentraman umum. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *