Wed. Aug 5th, 2026

Siklus-Indonesia.id, Jayapura – Peristiwa memprihatinkan menimpa sejumlah siswa sekolah di wilayah Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Puluhan siswa tingkat SMP hingga SMA mengalami gejala dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi santapan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan kini menjalani perawatan intensif di Puskesmas Depapre guna memulihkan kondisinya. Kejadian ini segera menarik perhatian dan menimbulkan reaksi keras dari kalangan masyarakat serta pengamat hukum dan sosial.

Merespons peristiwa yang meresahkan orang tua dan lingkungan sekolah tersebut, Aktivis Papua sekaligus ahli hukum Yerry Basri Mak, S.H., M.H. menyampaikan pernyataan sikapnya secara tegas kepada awak media Siklus pada Rabu (05/08/2026).

Ia menekankan bahwa langkah darurat harus segera diambil demi melindungi keselamatan generasi muda, yaitu menghentikan sementara kegiatan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan terkait insiden ini sampai penyelidikan tuntas dan ditemukan akar penyebab masalahnya.

“Kemarin baru saja terjadi kejadian nyata di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura, banyak anak sekolah mulai dari tingkat SMP dan SMA bersamaan jatuh sakit dan mengalami keracunan setelah menerima konsumsi dari program Makan Bergizi Gratis. Hal ini sangat kami sesalkan dan membuat cemas seluruh keluarga serta masyarakat,” ungkap Yerry.

Lebih lanjut ia mendesak agar Pemerintah Pusat bahkan Bapak Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan dan penilaian ulang secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. Menurut catatan yang diterima dan diketahui olehnya, kasus gangguan kesehatan hingga keracunan yang dikaitkan dengan penyajian makanan program ini tidak hanya terjadi satu kali saja di wilayah tanah Papua.

“Saya minta program Makan Bergizi Gratis harus dievaluasi secara total. Sudah banyak anak-anak di wilayah Papua menjadi korban keracunan dari makanan yang disalurkan program ini. Apabila dalam pelaksanaannya terus menimbulkan bahaya dan gagal menjamin keamanan serta mutu gizi, sebaiknya program ini diubah bentuk penyalurannya saja menjadi bantuan uang tunai yang diserahkan langsung kepada orang tua murid,” tegasnya.

Menurut usulan yang dikemukakan Yerry, dengan memberikan bantuan berupa uang tunai, para orang tua dapat menyiapkan masakan sendiri di rumah menggunakan bahan yang terjamin kesegarannya, terkontrol kebersihannya, dan sesuai selera serta kondisi kesehatan masing-masing anak. Dengan cara demikian pemberian bantuan akan lebih tepat sasaran, terhindar dari risiko makanan basi, tercemar atau kurang higienis, serta anak-anak dapat berangkat sekolah setelah sarapan dengan aman dan nyaman dari rumah masing-masing.

Selain aspek keamanan konsumsi, Yerry juga mengemukakan kekhawatiran serius terkait pengelolaan anggaran program tersebut. Ia menilai pengadaan bahan makanan, proses pengolahan hingga pendistribusian dalam skala besar sering kali menjadi celah yang rawan disalahgunakan dan berpotensi menjadi lahan praktik korupsi oleh oknum pejabat atau pengelola yang tidak bertanggung jawab. Hal inilah yang turut membuat kualitas dan keamanan makanan menjadi menurun jauh dari standar yang seharusnya.

“Jangan sampai anggaran yang seharusnya tulus untuk tumbuh kembang dan kecerdasan anak bangsa justru dinikmati secara tidak sah oleh pihak tertentu. Bila rawan penyimpangan terus ada dan kualitas sulit dijaga, lebih baik dihentikan pola penyaluran yang ada sekarang dan diganti mekanisme yang lebih transparan serta terkontrol,” tambahnya.

Harapan yang disampaikan Yerry Basri Mak selaras dengan keinginan masyarakat luas: agar pihak berwenang segera turun ke lokasi, melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari sumber bahan baku, proses memasak, penyimpanan hingga pengiriman makanan, menindak tegas jika ditemukan kelalaian atau pelanggaran hukum, serta menjamin perawatan dan pemulihan kesehatan seluruh siswa yang masih menjalani pengobatan.

“Semoga kejadian menyedihkan ini menjadi pelajaran penting sehingga tidak terulang lagi di tempat lain dan ke depannya setiap program bantuan benar-benar membawa manfaat nyata, sehat, aman dan bebas dari penyalahgunaan,”Imbuhnya. (OTN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *