Siklus-Indonesia.Id, Manokwari –
Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP), Yan Christian Warinussy, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penyerangan terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Tambrauw pada Senin (16/3/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang tenaga kesehatan meninggal dunia, sementara dua lainnya dilaporkan selamat. Insiden ini diduga melibatkan pelaku yang hingga kini masih diidentifikasi sebagai Orang Tak Dikenal (OTK).
“Atas peristiwa ini, Jaringan Damai Papua mendesak agar negara segera mengedepankan proses penegakan hukum terhadap para terduga pelaku,” tegas Warinussy dalam keterangannya.
JDP menilai bahwa langkah utama yang harus dilakukan aparat adalah melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku, bukan justru memberlakukan pembatasan yang berpotensi mengganggu hak-hak warga sipil.
Selain itu, JDP mengingatkan agar kebijakan seperti penutupan jalan maupun pemeriksaan identitas—termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP)—tidak berujung pada pembatasan kebebasan bergerak masyarakat sipil.
“Kami mengingatkan agar tidak terjadi intimidasi, baik secara fisik maupun psikis, terhadap warga sipil di sekitar Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama,” lanjutnya.
Menurut JDP, fokus utama aparat keamanan seharusnya dititikberatkan pada pengungkapan kasus dan pengejaran terhadap pihak yang diduga sebagai OTK, demi memastikan keadilan bagi para korban.
Di sisi lain, JDP juga menekankan pentingnya upaya pemulihan kondisi sosial masyarakat di wilayah tempat kejadian perkara, guna menghindari dampak lanjutan dari peristiwa tersebut.
“Sebagai bagian dari komitmen terhadap perdamaian di Tanah Papua, Jaringan Damai Papua menyatakan akan terus mengawal setiap langkah yang diambil dalam rangka menciptakan situasi aman dan kondusif, khususnya di Kabupaten Tambrauw dan sekitarnya,” pungkasnya. (UN)
